Kamis, 19 Maret 2015

pegertian tentang pegelasan

Pengertian Pengelasan
Pengelasan (welding) adalah salah salah satu teknik penyambungan logam dengan cara mencairkan sebagian logam induk dan logam pengisi dengan atau tanpa tekanan dan dengan atau tanpa logam penambah dan menghasilkan sambungan yang kontinyu.

Lingkup penggunaan teknik pengelasan dalam kontruksi sangat luas, meliputi perkapalan, jembatan, rangka baja, bejana tekan, pipa pesat, pipa saluran dan sebagainya.

Disamping untuk pembuatan, proses las dapat juga dipergunakan untuk reparasi misalnya untuk mengisi nlubang-lubang pada coran. Membuat lapisan las pada perkakas mempertebal bagian-bagian yang sudah aus, dan macam –macam reparasi lainnya.

Pengelasan bukan tujuan utama dari kontruksi, tetapi hanya merupakan sarana untuk mencapai ekonomi pembuatan yang lebih baik. Karena itu rancangan las dan cara pengelasan harus betul-betul memperhatikan dan memperlihatkan kesesuaian antara sifat-sifat lasdengan kegunaan kontruksi serta kegunaan disekitarnya.

Prosedur pengelasan kelihatannya sangat sederhana, tetapi sebenarnya didalamnya banyak masalah-masalah yang harus diatasi dimana pemecahannya memerlukan bermacam-macam penngetahuan.

Karena itu didalam pengelasan, penngetahuan harus turut serta mendampingi praktek, secara lebih bterperinci dapat dikatakan bahwa perancangan kontruksi bangunan dan mesin dengan sambungan las, harus direncanakan pula tentang cara-cara pengelasan. Cara ini pemeriksaan, bahan las, dan jenis las yang akan digunakan, berdasarkan fungsi dari bagian-bagian bangunan atau mesin yang dirancang.

Berdasarkan definisi dari DIN (Deutch Industrie Normen) las adalah ikatan metalurgi pada sambungan logam paduan yang dilaksanakan dalam keadaan lumer atau cair. Dari definisi tersebut dapat dijabarkan lebih lanjut bahwa las adalah sambungan setempat dari beberapa batang logam dengan menggunakan energi panas. Pada waktu ini telah dipergunakan lebih dari 40 jenis pengelasan termasuk pengelasan yang dilaksanakan dengan cara menekan dua logam yang disambung sehingga terjadi ikatan antara atom-atom molekul dari logam yang disambungkan.klasifikasi dari cara-cara pengelasan ini akan diterangkan lebih lanjut.

Pada waktu ini pengelasan dan pemotongan merupakan pengelasan pengerjaan yang amat penting dalam teknologi produksi dengan bahan baku logam. Dari pertama perkembangannya sangat pesat telah banyak teknologi baru yang ditemukan. Sehingga boleh dikatakan hamper tidak ada logam yang dapat dipotong dan di las dengan cara-cara yang ada pada waktu ini.

Dalam bab ini akan diterangkan beberapa cara penngelasan dan pemotongan yang telah banyak digunakan sedangkan penerapannya dalam praktek akan diterangkan dalam bab-bab yang lain.

KLASIFIKASI CARA-CARA PENGELASAN DAN PEMOTONGAN

Sampai pada waktu ini banyak sekali cara-cara pengklasifikasian yang digunakan dalam bidang las, ini disebabkan karena perlu adanya kesepakatan dalam hal-hal tersebut. Secara konvensional cara-cara pengklasifikasi tersebut vpada waktu ini dapat dibagi dua golongan, yaitu klasifikasi berdasarkan kerja dan klasifikasi berdasarkan energi yang digunakan.

Klasifikasi pertama membagi las dalam kelompok las cair, las tekan, las patri dan lain-lainnya. Sedangkan klasifikasi yang kedua membedakan adanya kelompok-kelompok seperti las listrik, las kimia, las mekanik dan seterusnya.

Bila diadakan pengklasifikasian yang lebih terperinci lagi, maka kedua klasifikasi tersebut diatas dibaur dan akan terbentuk kelompok-kelompok yang banyak sekali.

Diantara kedua cara klasifikasi tersebut diatas kelihatannya klasifikasi cara kerja lebih banyak digunakan karena itu pengklasifikasian yang diterangkan dalam bab ini juga berdasarkan cara kerja.

Berdasrkan klasifikasi ini pengelasan dapat dibagi dalam tiga kelas utama yaitu : pengelasan cair, pengelasan tekan dan pematrian.

1. Pengelasan cair adalah cara pengelasan dimana sambungan dipanaskan sampai mencair dengan sumber panas dari busur listrik atau sumber api gas yang terbakar.
2. pengelasan tekan adalah pcara pengelasan dimana sambungan dipanaskan dan kemudian ditekan hingga menjadi satu.
3. pematrian adalah cara pengelasan diman sambungan diikat dan disatukan denngan menggunakan paduan logam yang mempunyai titik cair rendah. Dalam hal ini logam induk tidak turut mencair.

Pemotongan yang dibahas dalam buku ini adalah cara memotong logam yang didasarkan atas mencairkan logam yang dipotong. Cara yang banyak digunakan dalam pengelasan adalah pemotongan dengan gas oksigen dan pemotongan dengan busur listrik.

Pengelasan yang paling banyak ndigunakan pada waktu ini adalah pengelasan cair dengan busur gas. Karena itu kedua cara tersebut yaitu las busur listrik dan las gas akan dibahas secara terpisah. Sedangkan cara-cara penngelasan yang lain akan dikelompokkan dalam satu pokok bahasan. Pemotongan, karena merupakan masalah tersendiri maka pembahasannya juga dilakukan secara terpisah.

Dibawah ini klasifikasi dari cara pengelasan :
a) Pengelasan cair

  •  Las gas
  •  Las listrik terak
  •  Las listrik gas
  •  Las listrik termis
  •  Las listrik elektron
  •  Las busur plasma

b) Pengelasan tekan

  •  Las resistensi listrik
  • Las titik
  • Las penampang
  • Las busur tekan
  • Las tekan
  • Las tumpul tekan
  • Las tekan gas
  • Las tempa
  • Las gesek
  • Las ledakan
  • Las induksi
  • Las ultrasonic


c) Las busur

  • Elektroda terumpan


d) Las busur gas

  • Las m16
  • Las busur CO2


e) Las busur gas dan fluks

  • Las busur CO2 dengan elektroda berisi fluks
  • Las busur fluks
  • Las elektroda berisi fluks
  • Las busur fluks
  • Las elektroda tertutup
  • Las busur dengan elektroda berisi fluks
  • Las busur terendam
  • Las busur tanpa pelindung
  • Elektroda tanpa terumpan
  • Las TIG atau las wolfram gas


A. LAS BUSUR LISTRIK

Las busur listrik atau pada umumnya disebut las listrik termasuk suatu proses penyambungan logam dengan menggunakan tenaga listrik sebagai sumber panas. Jadi surnber panas pada las listrik ditimbulkan oleh busur api arus listrik, antara elektroda las dan benda kerja.
Benda kerja merupakan bagian dari rangkaian aliran arus listrik las. Elektroda mencair bersama-sama dengan benda kerja akibat dari busur api arus listriik.
Gerakan busur api diatur sedemikian rupa, sehingga benda kerja dan elektroda yang mencair, setelah dingin dapat menjadi satu bagian yang sukar dipisahkan.
Jenis sambungan dengan las listrik ini merupakan sambungan tetap.
Penggolongan macam proses las listrik antara lain, ialah :
1. Las listrik dengan Elektroda Karbon, misalnya :
aLas listrik dengan elektroda karbon tunggal
bLas listrik dengan elektroda karbon ganda.

Pad alas listrik dengan elektroda karbon, maka busur listrik yang terjadi diantara ujung elektroda karbon dan logam atau diantara dua ujung elektroda karbon akan memanaskan dan mencairkan logam yang akan dilas. Sebagai bahan tambah dapat dipakai elektroda dengan fluksi atau elektroda yang berselaput fliksi.
1. Las Listrik dengan Elektroda Logam, misalnya :
1. Las listrik dengan elektroda berselaput,
2. Las listrik TIG (Tungsten Inert Gas),
3. Las listrik submerged.

a. Las listrik dengan elektroda berselaput
Las listrik ini menggunakan elektroda berelaput sebagai bahan tambahan.
Busur listrik yang terjadi di antara ujung elektroda dan bahan dasar akan mencairkan ujung elektroda dan sebagaian bahan dasar. Selaput elektroda yang turut terbakar akan mencair dan menghasilkan gas yang melindungi ujung elekroda kawah las, busur listrik terhadap pengaruh udara luar. Cairan selaput elektroda yang membeku akan memutupi permukaan las yang juga berfungsi sebagai pelindung terhadap pengaruh luar.
Perbedaan suhu busur listrik tergantung pada tempat titik pengukuran, missal pada ujung elektroda bersuhu 3400° C, tetapi pada benda kerja dapat mencapai suhu 4000° C.

a. Las Listrik TIG
Las listrik TIG (Tungsten Inert Gas = Tungsten Gas Mulia) menggunakan elektroda wolfram yang bukan merupakan bahan tambah. Busur listrik yang terjadi antara ujung elektroda wolfram dan bahan dasar merupakan sumber panas, untuk pengelasan. Titik cair elektroda wolfram sedemikian tingginya sampai 3410° C, sehingga tidak ikut mencair pada saat terjadi busur listrik.
Tangkai listrik dilengkapi dengan nosel keramik untuk penyembur gas pelindung yang melindungi daerah las dari luar pada saat pengelasan.
Sebagian bahan tambah dipakai elektroda tampa selaput yang digerakkan dan didekatkan ke busur yang terjadi antara elektroda wolfram dengan bahan dasar.
Sebagi gas pelindung dipakai argin, helium atau campuran dari kedua gas tersebut yang pemakainnya tergantung dari jenis logam yang akan dilas.
Tangkai las TIG biasanya didinginkan dengn air yang bersirkulasi.
Pembakar las TIG terdiri dari :

1) Penyedia arus
2) Pengembali air pendingi,
3) Penyedia air pendingin,
4) Penyedia gas argon,
5) Lubang gas argon ke luar,
6) Pencekam elektroda,
7) Moncong keramik atau logam,
8) Elektroda tungsten,
9) Semburan gas pelindung.

c. Las Listrik Submerged
Las listrik submerged yang umumnya otomatis atau semi otomatis menggunakan fluksi serbuk untuk pelindung dari pengaruh udara luar. Busur listrik di antara ujung elektroda dan bahan dasar di dalam timnunan fluksi sehingga tidak terjadi sinar las keluar seperti biasanya pada las listrik lainya. Operator las tidak perlu menggunakan kaca pelindung mata (helm las).
Pada waktu pengelasan, fluksi serbuk akan mencir dan membeku dan menutup lapian las. Sebagian fluksi serbuk yang tidak mencair dapat dipakai lagi setelah dibersihkan dari terak-terak las.
Elektora yang merupakan kawat tampa selaput berbentuk gulungan (roll) digerakan maju oleh pasangan roda gigi yang diputar oleh motor listrik ean dapat diatur kecepatannya sesuai dengan kebutuhan pengelasan.

d. Las Listrik MIG
Seperti halnya pad alas listrik TIG, pad alas listrik MIG juga panas ditimbulkan oleh busur listrik antara dua electron dan bahan dasar.
Elektroda merupakan gulungan kawat yang berbentuk rol yang geraknya diatur oleh pasangan roda gigi yang digerakkan oleh motor listrik. Gerakan dapat diatur sesuai dengan keperluan. Tangkai las dilengkapi dengan nosel logam untuk menghubungkan gas pelindung yang dialirkan dari botol gas melalui slang gas.
Gas yang dipakai adalah CO2 untuk pengelasan baja lunak dan baja. Argon atau campuran argon dan helium untuk pengelasan aluminium dan baja tahan karat. Proses pengelasan MIG ini dadpat secara semi otomatik atau otomatik. Semi otomatik dimaksudkan pengelasan secara manual, sedangkan otomatik adalah pengelasan yang seluruhnya dilaksanakan secara otomatik.
Elektroda keluar melalui tangkai bersama-sama dengan gas pelindung.

B. Arus Listrik
1. Arus Searah ( DC = Direct Current )
 Pada arus ini, elektron-elektron bergerak sepanjang penghantar hanya dalam satu arah.

2. Arus Bolak-balik ( AC = Alternating Current )
Arah aliran arus bolak-balik merupakan gelombang sinusoide yang memotong garis nol pada interval waktu 1/ 100 detik untuk mesin dengan frekuensi 50 hertz (Hz). Tiap siklus gelombang terdiri dari setengah gelombang positif dan setenngah gelombang negative. Arus bolak-balik dapat diubah menjadi arus searah dengan menggunakan pengubah arus

Jumat, 13 Februari 2015

sistem pengapian

Sistem pengapian bertujuan untuk mengahasilkan arus listrik bertegangan tinggi untuk kebutuhan pembakaran campuran bahan bakar dalam udara dalam ruangan bakar. Pada dasarnya rangkaian pada sistem pengapian ada dua yaitu pengapian primer dan pengapian sekunder. Pada rangkaian primer sistem pengapian mencakupseluruh komponen yang bekerha dengan tegangan rendah, dari batrai atau alternator, sedangkan rangkaian sekunder bekerja pada tengangan tinggiseperti pada komponen yang ada setelah terminal outputkoil sampai pada masa busi.

Sudut dwel adalah sudut putaran cam distributor pada saat kontak platina menutup sampai kontak platina mulai membuka pada tonjolan cam berikutnya. Besarnya sudut dwel sangat berpengaruh terhadap unjuk kerja koil. Sudut dwel yang besar akan membuat koil cepat panas dan akhirnya kemampuan menurun. Bila sudut dwel terlalu kecil, koil tidak cukup untuk dapat mencapai pemagnetan maksimum, akhirnya efisiensi juga menurun.
Sudut dwel mempunyaihubungan yang sangat eratdengan besar celha kontak platina. Semakin besar celah kontak platina akan semakin kecil sudut dwel dan senaliknya semakin kecil kontak platina akan semakin besar sudut dwel. Untuk mengetahui besar sudut dwel digunakan ala dwell tester, umumnya dwell tester dikombinasikan denagan tachometer.

Kamis, 12 Februari 2015

cara-cara dalam pegecoran logam

Urutan pembahasan proses pengecoran adalah sebagai berikut:
    Prosedur pembuatan cetakan
    Pembuatan pola
    Pasir
    Inti
    Peralatan (mekanik)
    Logam (telah dibahas dalam Bab 3 dan Bab 4)
    Penuangan dan pembersihan benda cor.
PROSEDUR PEMBUATAN CETAKAN
Cetakan diklasifikasikan berdasarkan bahan yang digunakan:
    Cetakan pasir basah (green-sand molds)
Cetakan dibuat dari pasir cetak basah. Prosedur pembuatannya dapat dilihat pada gambar 5.2.
    Cetakan kulit kering (Skin dried mold)
    Cetakan pasir kering (Dry-sand molds)
Cetakan dibuat dari pasir yang kasar dengan bahan pengikat
    Cetakan lempung (Loan molds)
    Cetakan furan (Furan molds)
    Cetakan CO2
    Cetakan logam      Cetakan logam terutama digunakan pada proses cetak-tekan (die casting) logam dengan suhu cair rendah.
    Cetakan khusus     Cetakan khusus dapat dibuat dari plastic, kertas, kayu semen, plaster, atau karet.
Proses pembuatan cetakan yang dilakukan di pabrik-pabrik pengecoran dapat di kelompokkan sebagai berikut:
    Pembuatan cetakan di meja (Bench molding)
Dilakukan untuk benda cor yang kecil.
    Pembuatan cetakan di lantai (Floor molding)
Dilakukan untuk benda cor berukuran sedang atau besar
    Pembuatan cetakan sumuran (pit molding)
    Pembuatan cetakan dengan mesin (machine molding)
Pembuatan Cetakan
Sebagai contoh akan diuraikan pembuatan roda gigi seperti pada Gambar 5.2 di bawah ini. Cetakan dibuat dalam rangka cetak (flak) yang terdiri dari dua bagian, bagian atas disebut kup dan bagian bawah disebut drag. Pak kotak cetak yang terdiri dari tiga bagian, bagian tengahnya disebut cheek. Kedua bagian kotak cetakan disatukan pada tempat tertentu dengan lubang dan pin.

Rabu, 11 Februari 2015

penemuan mesin waktu menurut ALI RAZEGHI

Seorang ilmuwan asal Teheran, Iran, mengklaim telah menguasai masa depan dengan "mesin waktu" yang ia ciptakan, bahkan mencapai delapan tahun ke depan.

Ilmuwan itu bernama Ali Razeghi yang namanya telah terdaftar di Pusat Penemuan Strategis Iran sebagai penemu "The Aryayek Time Traveling Machine" atau "Mesin Perjalanan Waktu Aryayek."

Kepada kantor berita Fars, Razeghi menjelaskan bahwa alat yang dibuatnya tidak membawa pengguna ke masa depan. "Mesin ini tidak akan membawa Anda ke masa depan, tapi dia akan membawa masa depan kepada Anda," ujarnya.

Ya, alat itu bisa meramalkan masa depan setelah disentuh oleh pengguna, dan hasil ramalannya akan dicetak.

Ilmuwan berusia 27 tahun itu mengatakan, cara kerja alat didasarkan pada algoritma yang kompleks untuk meramal masa depan. Jangka waktu ramalannya bisa lima hingga delapan tahun ke depan dengan tingkat akurasi 98 persen.

"Saya telah mengerjakan proyek ini selama 10 tahun terakhir," kata Razeghi, yang juga menjabat sebagai Direktur Pusat Penemuan Strategis Iran. Ia menambahkan, mesin waktu ini bisa dipasangkan ke komputer pribadi.

Dengan Mesin Perjalanan Waktu Aryayek, Razeghi berharap Pemerintah Iran dapat memprediksi kemungkinan konfrontasi militer dengan negara asing, dan meramalkan fluktuasi nilai mata uang asing dan harga minyak.

"Tentu pemerintah dapat melihat lima tahun ke depan dan akan mempersiapkan diri menghadapi tantangan atau mungkin kekacauan," ucap Razeghi. "Karena itu kami berharap bisa memasarkan penemuan ini ke antarnegara ataupun individu setelah kami mencapai tahap produksi massal."

Menurutnya, orang Amerika sedang berusaha membuat dan menghabiskan jutaan dollar untuk penemuan mesin serupa. Ia berbangga hati karena bisa menciptakan mesin Aryayek dengan biaya yang relatif terjangkau.

Prototipe mesin waktu buatan Razeghi hingga kini sengaja belum diluncurkan karena ia khawatir ada pihak yang melakukan plagiat. "Alasan kita tidak meluncurkan prototipe pada tahap ini adalah bahwa China akan mencuri ide dan memproduksinya dalam jutaan dalam semalam."

Razeghi mengaku mesin yang dibuatnya mendapat banyak kritik dari teman dan kerabat karena "mencoba bermain-main dengan Tuhan." Namun ia membantah bahwa proyek ini sama sekali tidak melanggar nilai agama.

Kamis, 22 Januari 2015

pegertian K3(keselamatan kerja kariawan)

K3 pegertian k3 yaitu keselamatan,kerja,kariyawan karna utuk meperhetiksn k3 itu sagat membantu untuk kita dan saat berkerja di industri besar atau di perusahaan yang mengunakan alat2 besar atau mesin yang menurut kita berbahaya karna akan berakibat fatal kalo kita tidak mengunakan k3.
 k3 ituh banyak contohnya yaitu untuk megelas,men grinda, dan yang lainya
sekian pegertian dari k3 terimakash kurang lebihnya mohon maaf

Rabu, 21 Januari 2015

lalai saat berkendara

bahanya berlalay saat berkendara karna akibnat nya sangat watal untuk kita sendiri karna akan membahayakan dirinya sendiri karna akan merengut nyawanya sendiri karna orang lalai itu pasti kurang memperhatikan kendaranya karna semua itu akan fatal

Jumat, 09 Januari 2015

carakerja motor dua tak


cara kerja ,otor dua tak yang otomatif.
 motor dua tak iyalah motor yang mengunakan dua langkah usaha dan isam buang dan masuk .
 megapa seperti itu karna motor dua tak bergeraknya lebih cepat waktu memanaskan mesin beda dengan epat tak kalo mesin empat tak ada empat langka dan lebih bagus karna saat pembuangan nya sagat merata dan bisa tahan lama